Contoh Filum Beserta Daur Hidup Filum dan Peranan Filum

Posted by Krisnawan on Friday, March 2, 2012

1. Filum Porifera
Daur hidup:
daur hidupnya mengalami pergiliran bentuk hidup yaitu fase polip dengan fase medosa. fase polip biasanya berbentuk koloni sehingga sering disebut koloni hydroid. daur hidup obelia di mulai dengan pembentukan tunas pada polip sebagai calon medosa. medosa yang sudah dewasa melepaskan diri dan berenang bebas di air. selanjutnya medosa dewasa menghasilkan sperma dan ovum. pertemuan antara sperma dan ovum menghasilkan zigot. zigot akan tumbuh mwnjadi larva bercilia (flanula) yang dapat berenang bebas. flanula kahirnya melekat pada suatu dasar dan tumbuh menjadi polip(obelia baru).
Peranan: Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi.
Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya.
Contoh hewan:
1. Obelia
2. Demospongiae

2. Filum Cnidaria
Daur Hidup: cnidaria memiliki daur hidup yang rumit dengan tingkat perkembangan polip aseksual dan medusa seksual, namun beberapa tidak memiliki polip atau tidak memiliki medusa.
polypoid menjadi medusoid atau sebaliknya
1Ubur-ubur
daur hidup: daur hidup ubur-ubur dimulai dengan dibuahinya ovum oleh sperma sehingga membentuk zigot. zigot tumbuh menjadi larva bersilia, disebut planula. planula berenang bebas dan melekat di dasar perairan dan melepaskan silianya dan tumbuh menjadi polip yang disebut skifistome.
selanjutnya skifistoma bertunas membentuk miniature-miniatur medusa yang tersusun bertumpuk-tumpuk. masing-masing miniature medusa disebut efira. pada saat bertemu efira akan melepaskan diri satu sama lainnya dan tumbuh menjadi medusa dewasa (ubur-ubur). ubur-ubur berjenis kelamin jantan dan betina yang mesing-masingnya akan menghasilkan sperma dan ovum. jika terjadi fertilisasi antara sperma dengan ovum,maka akan terbentuk zigot (kembali ke daur hidup baru).
Peranan: Ubur – ubur ada yang dapat dimakan, misalkan Aurelia. Anemon laut atau mawar laut
banyak digunakan sebagai hiasan pada akuarium air laut. Di laut, hewan ini membentuk
suatu terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak dikunjungi
wisatawan, Taman Laut Bunaken, Bali dan Maluku misalnya. Selain itu, terumbu karang
merupakan lingkungan yang baik bagi ikan sehingga dihuni oleh berbagai jenis ikan.

3. Filum Platyhelminthes

Daur Hidup:
Peranan Platyhelminthes dalam kehidupan :
a. Planaria menjadi salah satu makanan bagi organism lain.
b. Cacing hati maupun cacing pita merupakan parasit pada manusia
Contoh hewan:
Cacing pipih
Planaria
4. Filum Mollusca
Siklus hidup
1. Telur :
- Masa bertelur sampai menetas 7-14 hari
2. Masa Pertumbuhan :
- Pertumbuhan awal 15-25 hari
- Pertumbuhan lanjut 26-59 hari
3. Dewasa :
- Masa berkembangbiak 60 hari sampai 3 bulan
Contoh hewan:
KEONG MAS ( SIPUT MURBEI )
Kerang mutiara
Peranan:
Bisa digunakan sebagai pakan ternak dan ada juga yang bias dikonsumsi manusia, dan juga ada yang bias sebagai penghasil bahan baku perhiasan, seperti tiram yang bias menghasilkan mutiara.

5. Filum Annelida
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet.Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).
Siklusnya dimulai dari menjadi individu baru menjadi dewasa.
Contoh hewan:
Cacing tanah

Eurythoe complanata

Cacing Darah
Daur Hidup: Cacing darah ini parasit pada manusia, babi, biri-biri, kucing dan binatang pengerat lainnya.
Cacing dewasa dapat hidup dalam pembuluh balik (vena) perut.
Tubuh cacing jantan lebih lebar dan dapat menggulung sehingga menutupi tubuh betina yang lebih ramping.
Cacing jantan panjangnya 9 – 22 mm, sedangkan panjang cacing betina adalah 14 – 26 cm.

Peranan:
Sebagai penyubur tanah, meningkatkan kadar humus dalam tanah.

6. Filum Arthropoda

Daur Hidup
Dimulai dari telur hingga menetas, kemudian menjadi larva, kemudian tumbuh dan merubah bentuk fisik menjadi lebih sempurna, kemudian masih menjalani fase pertumbuhan sampai menjadi dewasa dan sempurna.

Contoh hewan:
Kupu-kupu
Kumbang


Lobster

Peranan Arthropoda seperti untuk makanan, makhluk pengurai, merugikan
manusia antara lain penyebab penyakit, hama tumbuhan, perusak kapal.




7. Filum Echinodermata.
Daur Hidup
Echinodermata bersifat dioseus bersaluran sederhana secara fertilisasi berlangsung secara eksternal.Zigot berkembang menjadi larva yang simetris bilateral bersilia dan tumbuh menjadi dewasa .Hewan ini juga dapat beregenerasi.
Bintang Laut

Bulu Babi

Peranan
Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa . Acanthaster planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang.

8. Filum Chordata

Daur Hidup: mengalami metamorposis dari telur menetas menjadi larva, larva tumbuh menjadi bentuk yang lebih sempurna, selama masa pertumbuhan fisik pun berubah menjadi lebih sempurna dan perubahan organ tubuh juga terjadi, saat sudah dewasa hewan ini menjadi hewan yang berbeda dari sebelumnya saat masih proses pertumbuhan.
Ada juga yang hanya mempunyai daur hidup dari telur hingga menetas menjadi individu baru dan tumbuh dewasa.
Contoh hewan
Katak:
Tuna:
Peranan: Sebagai bahan makanan, dan sebagai pakan ternak.